Yanti Yulianti’s Weblog
Catatan pengalaman dan curahan hatiKenapa saya belajar reaktor nuklir?
Beberapa minggu ini saya tidak sempat menulis blog lagi, gara-gara harus menyiapkan ujian. Tapi ujian tidak jadi dilaksankan karena ada penguji yang tidak bisa hadir. Ya sudahlah, jangan menyalahkan orang lain tetap semangat.
Saya adalah mahasiswa program doktor yang sedang menyelesaikan disertasi tentang reaktor nuklir. Kenapa saya belajar reaktor nuklir? Pendirian rektor nuklir di Indonesia masih sangat kontroversial, apa mungkin ilmu itu berguna di masyarakat? Ilmu pengetahuan sangat universal, ilmu bisa bermanfaat bisa juga mematikan tergantung ilmu itu digunakan.
Saya bukan orang yang pro atau kontra dengan reaktor nuklir. Semua proses dalam reaktor nuklir adalah ilmu pengetahuan yang harus digali untuk menjadikan dunia menjadi lebih baik? Apakah mungkin dunia menjadi lebih baik dengan pengetahuan tentang reaktor nuklir? Menurut saya sangat mungkin, yang kita pelajari adalah bagaimana reaktor bisa dikendalikan, tanpa sampah beracun, aman, dan bermanfaat. Semua menarik untuk dipelajari.
Tulisan-tulisan ke dapan saya akan mengupas tentang reaktor nuklir. Sekali lagi tulisan ini bukan propaganda apapun, saya hanya menyampaikan ilmu pengetahuan yang mungkin bermanfaat bagi masyarakat luas.
(bersambung)
Ke Taman Safari
Kemarin saya mengantar anak saya berpiknik ke Taman Safari Bogor. Seharusnya kemarin saya harus presentasi progress disertasi saya dengan pembimbing. Tapi tidak apa-apa, sekali-kali anak saya merasakan bagaimana punya ibu he he, sehari-hari dia hanya berkembang sendiri ibunya sibuk sekolah (itu menurut pikiran saya).
Ternyata Taman Safari itu tidak seindah yang saya bayangkan. Saya membayangkan pergi ke taman Safari seperti pergi ke hutan yang masih asli, binatang berkembang seperti di habitatnya. Ternyata hanya seperti kebun binatang dengan binatang yang tidak dikandangkan. Saya tidak melihat apa yang bisa dipelajari oleh anak-anak. Semua artifisial, saya sangat kecewa.
Ya sudahlah, yang penting anak saya bahagia. Dia bisa pergi jalan-jalan ditemani ibunya, itu sudah cukup bagi saya.
Dilema
Sebenarnya proposal saya anggap sudah beres saja. Walaupun kemarin agak sedikit masalah. Ceritanya, proposal saya dikembalikan oleh riviewer pasca, tidak apa-apa ada perbaikan sedikit. Tapi di bagian penulisan rujukan yang penulisnya lebih dari 2 orang dikoreksi, misalnya penulis pertama Vota katanya harus ditulis (Vota, et al., 1995). Padahal saya menulisnya (Vota et al., 1995) kurang tanda koma. Saya sudah mencek di jurnal internasional dan penuntun penulisan disertasi cara penulisan saya sudah benar.
Saya berkonsultasi dengan teman saya di lab. dan promotor saya, jawabnya: ikuti saja apa mau riviewer daripada proposal dikembalikan lagi. Hah?? Masa begitu? Ada alasan kenapa saya harus kaget:
- Saya menulis dengan menggunakan LATEX jadi cara penulisan seperti demikian bawaan dari LATEX. Agak sulit jika harus mengubah tampilan sesuai keinginan riviewer.
- Masa saya tidak boleh membantah riviewer, padahal saya merasa benar (setidaknya perasaan saya). Secara, saya hasasiswa doktor gitu loh.
Ah sudahlah, pokoknya ikuti hati nurani saja. Kalau nanti dikembalikan lagi juga tidak apa-apa.
OK, saya mau mengerjakan apa hari ini. Membuat slide untuk presentasi, ngoprek program lagi… Tetap semangat, jangan menyerah….
Membuat Blog Baru
Horee saya akhirnya membuat blog sendiri. Walaupun baru belajar dan tampilan masih sederhana tapi lumayan lah ada kemajuan he he. Awalnya gara-gara cari program komputer saya salah terus, hasilnya tidak sesuai harapan. Ketemu juga cara iseng-iseng menghilangkan stress. Nulis-nulis di blog.