Beberapa minggu ini saya tidak sempat menulis blog lagi, gara-gara harus menyiapkan ujian. Tapi ujian tidak jadi dilaksankan karena ada penguji yang tidak bisa hadir. Ya sudahlah, jangan menyalahkan orang lain tetap semangat.
Saya adalah mahasiswa program doktor yang sedang menyelesaikan disertasi tentang reaktor nuklir. Kenapa saya belajar reaktor nuklir? Pendirian rektor nuklir di Indonesia masih sangat kontroversial, apa mungkin ilmu itu berguna di masyarakat? Ilmu pengetahuan sangat universal, ilmu bisa bermanfaat bisa juga mematikan tergantung ilmu itu digunakan.
Saya bukan orang yang pro atau kontra dengan reaktor nuklir. Semua proses dalam reaktor nuklir adalah ilmu pengetahuan yang harus digali untuk menjadikan dunia menjadi lebih baik? Apakah mungkin dunia menjadi lebih baik dengan pengetahuan tentang reaktor nuklir? Menurut saya sangat mungkin, yang kita pelajari adalah bagaimana reaktor bisa dikendalikan, tanpa sampah beracun, aman, dan bermanfaat. Semua menarik untuk dipelajari.
Tulisan-tulisan ke dapan saya akan mengupas tentang reaktor nuklir. Sekali lagi tulisan ini bukan propaganda apapun, saya hanya menyampaikan ilmu pengetahuan yang mungkin bermanfaat bagi masyarakat luas.
(bersambung)
& Komentar
28 November, 2008 pukul 2:07 am
Semangat Ibu Yanti ..
There are not many women interested in the field of nuclear energy, but you are an exception
17 Juni, 2009 pukul 4:05 pm
Ya, gender saya minoritas pak. But, i try to enjoy everything. Terima kasih.
18 Juni, 2009 pukul 1:37 pm
-Artikel tentang ilmu pengetahuan pasti bermanfaat sehingga banyak penggemarnya.Apalagi tentang nuklir kan belum banyak ditulis orang.
-Bravo mbak,semoga studynya lancar,aman dan terkendali..he..he..he
18 Juni, 2009 pukul 2:16 pm
Iya pak, kembali lagi deh kesulitan saya bagaimana menulis tema nuklir tapi tidak membuat kening berkerut. Capek deh..
18 Juni, 2009 pukul 2:47 pm
Salut buat bu Yanti, semangat …kita butuh banget sosialisasi nuklir untuk kesejahtraan dan masa depan Endonesia.
19 Juni, 2009 pukul 8:17 am
Terima kasih, pendukung PLTN di Indonesia? Saya sih tidak memaksakannya Pak, tetapi sangat disayangkan kalau menolak PLTN karena tidak tahu PLTN itu apa. Nanti deh ke depan saya sambung lagi tulisan tentang reaktornya.
Terima kasih sudah mampir Pak.