20 Juni, 2009...9:01 am

Sunat dengan Laser?

Lompat ke Komentar

Liburan sekolah ini, anak saya rencananya mau disunat. Mualilah saya merencanakan segala hal yang berkaitan dengan acara sunatan. Tidak ada rencana yang istimewa.Karena kesibukan saya, sehingga susah kalau harus mengadakan terlalu ribet. Kalau ayahnya Ijlal sih semangat sekali, semua saudara yang di Lampung dikasih tahu. Sudah saya jelaskan di posting Nama Panggilang di Keluarga Lampung, bahwa mereka sangat erat hubungan kekeluargaannya. Dan saya katakan sama dia: “Kenapa sih mau sunat aja seluruh dunia harus dikasih tahu? Cukup kita berdoa mudah-mudahan cepat sembuh dan sebagai tanda syukur cukup tetangga yang diberi tahu.” Jawab suami saya: “Bunda sih gak pernah disunat, jadi tidak tahu seperti apa disunat.” Iya deh.

Tapi saya tetap tidak bergeming, saya tidak mau menyelenggarakan acara yang ribet. Yang pertama (dan yang terpenting) dilakukan adalah  mencari informasi tentang dokter yang mau nyunat anak saya. Ternyata ada tambahan keterangan di tempat dokter sunat, “sunat dengan metode laser”. Dengan iklannya:

  1. Cepat kering
  2. Tidak berdarah
  3. Perawatan di rumah lebih mudah
  4. Proses khitan lebih cepat

Hmm benarkah demikian?

LASER (light amplification by simulated emission of radiation) adalah sinar (yang berasal dari radiasi elektromagnetik, panjang gelombangnya bermacam-macam) yang dibuat panjang gelombangnya (atau frekuensinya) menjadi monokrom (satu macam panjang gelombang). Caranya dengan metode optik refleksi gelombang pada bahan yang sangat reflektif. Wah, agak ribet menjelaskannya. Dalam fisika, ada bagian khusus yang menjelaskan hal ini.

Aplikasi laser banyak sekali. Misalnya, pinter laser, CD player, pemotong dalam industri dll. Kalau dalam kedokteran ada Lasik, operasi dengan laser, untuk kecantikan dll. Sebenarnya laser yang dihasilkan banyak sekali jenisnya (tergantung panjang gelombang yang dihasilkan), ada x-ray laser (1 nm), laser infra merah (1nm-1cm), laser gelombang radio (1m-1km) dll. Sehingga, penggunaan laser sudah sangat umum digunakan. Masalahnya sekarang apakah dokternya cukup kompeten dalam menggunakan laser ini? Jawabannya sulit, apakah saya harus bertanya: “Dokter, pernah ikut pelatihan penggunaan laser gak?” Sebenarnya bisa saja, itu hak kita sebagai konsumen. Tapi, di Indonesia gak umum juga kali, dokter dipandang manusia super segala bisa. Saya pikirkan dulu bagaimana caranya..

& Komentar

  • assalamualaikum
    thanks linkya, sudah aku link balik di page/tukar link
    sunat? wowowowo enak ya, jadi pingin lageee

  • Iyya bener tu info nya memang begitu…

    Darahnya sedikit dan cepat kering….

    Moga anaknya cepat sembuh nih dari luka sunatnya….

  • Dengan penuh kasih sayang kepada sesama dan dengan rasa bangga saya persembahkan sebuah award untuk adinda dengan harapan agar award ini menjadi pemacu semangat untuk terus berkarya dengan artikel-artikel menarik dan bermanfaat.
    Selamat,terima kasih dan salam dari Surabaya.


Tinggalkan Balasan